• Lomba Tingkat Propinsi

    Salah satu siswa SMA Negeri 2 Tareran Mengikuti Lomba FLS2N dengan mata lomba Desain Poster

  • Kegiatan Dalam Rangka HARDIKNAS

    Salah satu kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei di SMA Negeri 2 Tareran

  • Kelulusan Siswa

    Foto siswa bersama wali kelas, usai kegiatan Penamatan di SMA Negeri 2 Tareran

  • Rapat Guru

    Salah satu kegiatan Rapat Kerja Guru yang dipimpin langsung Oleh Kepala Sekolah

Sunday, May 8, 2016

Mengerikan Perjuangan Para Bocah Ini Berangkat ke Sekolah, Kamu Tega Bolos?

Bersyukurlah bagi kita yang hidup di kota besar masih mudah mendapatkan pendidikan. Meski harus terjebak macet, tapi tak sesusah anak-anak ini untuk berangkat ke sekolah. Lihat foto-foto di bawah, bayangkan betapa beratnya perjuangan dan pengorbanan bocah-bocah ini untuk mendapat pendidikan.

Setiap hari anak-anak di daerah Bijie, Cina, harus melewati jalan selebar setengah meter di pinggiran tebing curam yang sangat tinggi dan curam untuk berangkat ke sekolah, ngeri gak?

Bocah di Brazil ini sedang meluncur menggunakan kabel baja seperti Flying Fox saat perjalanan berangkat ke sekolah. Setiap harinya dia harus melayang sejauh 800 meter dengan ketinggian 400 meter di atas aliran sungai Rio Negro.

Bocah perempuan kecil di Shuafat, Yerusalem, sendiria melintas di area perang saat akan berangkat ke sekolah.

Anak-anak sekolah dasar di desa terpencil sebelah selatan ibukota Manila, setiap harinya harus menggunakan ban bekas untuk menyeberangi sungai yang arusnya deras. Lihat bocah kecil itu nampak meringis ketakutan di atas ban bekas ketika menyeberangi sungai.

Anak-anak ini bukan sedang mandi atau bermain air loh. Ini satu-satunya jalur yang harus mereka lewati setiap harinya untuk berangkat ke sekolah. Mereka terpaksa harus berenang menyeberangi sungai di daerah Trong Hoa, Vietnam.

Ini dia anak-anak sekolah Indonesia yang berada di daerah yang belum atau tak sempat mendapat perhatian dari pemerintah.
Ini lagi, lihat kondisi jembatan di sungai Ciberang ini. Anak-anak sekolah di Desa Sanghiang Tanjung harus melewati jalur berbahaya tersebut setiap harinya untuk bisa sampai ke sekolah.

Anak-anak sekolah di Desa Batu Busuk, Padang, harus bertaruh nyawa untuk bisa sampai ke sekolah. Mereka terpaksa bergelantungan di kabel baja bekas jembatan yang sudah rusak di atas aliran sungai.
Ayo, masih tega kamu bolos sekolah?...
Sumber: Suryaonline.co.id
Share:

Saturday, May 7, 2016

Rayakan Hardiknas Sebulan Penuh, Kemdikbud Usung “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita”

Jakarta, Kemendikbud ---Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) (02/05) pada tahun 2016 ini akan dirayakan berbeda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).  Kemdikbud bekerja sama dengan berbagai pihak, komunitas dan para penggiat pendidikan se-Nusantara menyelenggarakan peringatan pendidikan dan kebudayaan dalam sebuah rangkaian Bulan Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita”, Kemdikbud berusaha mengajak semua pihak untuk tidak hanya merayakan tapi juga peduli dengan pendidikan di Indonesia.

Dalam upacara Hardiknas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakaan, “Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.” Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah merasakan manfaat pendidikan untuk menyapa, mengucapkan terima kasih, dan menunjukkan apresiasi kepada para pendidik dan pejuang kependidikan.

Hal ini sesuai dengan rencana strategis Kemdikbud yang ingin melibatkan publik dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Ini bukan berarti mengurangi peran pemerintah dalam mengatasi pendidikan dan kebudayaan, melainkan pemerintah lebih mengajak semua untuk bergerak bersama. Pendidikan adalah tanggung jawab moral mereka yang terdidik. “Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan,” ujar Anies. 

Selain menekankan pada pelibatan publik dalam perayaan Hardiknas, Mendikbud juga menekankan pendidikan karakter. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat. Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. “Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya, ” tambahnya. 

Tidak hanya melibatkan publik, dorongan dan apresiasi juga diberikan kepada kalangan internal Kemdikbud yang telah mengabdi selama 10 hingga 30 tahun. Penghargaan yang diberikan adalah Satya Lancana dan penyematan dilakukan oleh Mendikbud, Anies Baswedan. Satya Lancana untuk mereka yang mengabdi selama 30 tahun diberikan kepada 64 orang, 20 tahun 90 orang, dan 10 tahun kepada 62 orang. Penghargaan diterima diwakili oleh Sumarna Surapranata, Dyah Ismayanti, dan Hendarman yang telah mengabdi selama 30 tahun. Sedangkan Prof. Nizam mewakili penerimaan Satya Lancana untuk mengabdi selama 10 tahun. 

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Sumber : 
weblog kemdikbud.go.id/main/blog/2016/05/rayakan-hardiknas-sebulan-penuh-kemdikbud-usung-nyalakan-pelita-terangkan-citacita foto. fbkemdikbud.
Share:

Friday, May 6, 2016

Hasil UN SMA


Hasil ujian nasiona SMA/MA Sederajat



Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting. by. Admin
Share:

Monday, May 2, 2016

Belajar Murah, Tanpa Batas Umur dan Jarak di Era Digital

Jakarta - Di masa depan, tak perlu lagi ada keresahan tak bisa meneruskan kuliah karena tak punya biaya, atau terkurung kesibukan kerja dan umur yang menua. Dunia digital bisa memberikan semua ilmu dan menembus semua batasan-batasan itu. 

Sebutlah sekolahpintar.com, situs yang menyediakan video berbagai ilmu praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Sebut saja ilmu praktis bahasa asing, komputer, animasi, menjahit, membuat website dan sebagainya. Asiknya, mayoritas video ilmu praktis itu bisa dinikmati gratis! Hanya butuh koneksi internet yang mumpuni.

Pendirinya, Dian Martin dan Zeembry terinspirasi dari tempat kursus web mereka, Baba Studio yang mereka bangun sejak 2008 lalu. Awalnya kursus dilakukan konvensional, jadwal teratur yang pasti serta pertemuan tatap muka. Lama-lama, banyak murid absen karena bentrok dengan jam kerjanya, tempat kursus yang terbatas dan ada gap murid yang pintar dan kurang pintar. 

"Kalau buka kelas kurus waktunya tak bisa seenaknya. Akhirnya saya buat hybrid learning, metode kursus dengan kursus online, learning offline. Jadi satu ruangan, jadwal fleksibel, satu guru untuk banyak murid. Satu kelas bisa belajar materi beda-beda, gurunya sama. Murid bisa masuk kapanpun mereka mau," tutur Dian Martin. 

Dian ditemui di kantornya, Baba Studio, ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2016) lalu. Ternyata, sistem yang disebutnya "hybrid learning" itu justru membuat tingkat kehadiran siswa meningkat. Peserta kursus di studionya mulai anak-anak di bawah 10 tahun hingga ibu-ibu berusia 60 tahun yang masih mau belajar membuat website.

"Tahun keempat kami meng-online kan sistem, tapi masih offline. Nah Maret tahun 2015 barulah kami mengonlinekan sistem kami," tutur Dian. 

Inspirasinya, diakui Dian datang dari gerakan Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan, yang kini menjadi Mendikbud. Bila Indonesia Mengajar mengharuskan kehadiran di pelosok, maka Dian mengaku belum mampu menjadi guru di Indonesia Mengajar itu akhirnya terpacu untuk melakukan sesuatu bagi dunia pendidikan. Wujudnya, membagikan ilmu gratis melalui internet. 

"Memasuki MEA kan bahasa Inggris dan komputer itu harus ya, tapi masih banyak yang belum bisa. Pula, materi-materi di sekolah pintar ini 90% gratis, dan sisanya materi premium, berbayar," tutur Dian. 

Dian dan rekannya lantas membuat situs sekolahpintar.com. Situs ini, dia ibaratkan marketplace di bidang pendidikan. sekolahpintar.com juga menyediakan tim produksi video sendiri selain menerima materi video dari tempat kursus itu. 

"Kami mengundang penyedia kursus lain untuk mengisi materi di sekolahpintar ini. Ada bahasa Inggris, desain grafis, website dll. Ciri-cirinya, kami menyedikan pelajaran yang meningkatkan skill praktis, materi yang bisa membuat orang itu naik jabatan atau mudah cari kerja," jelasnya. 

Hingga kini ada sekitar 10 tempat kursus yang bekerja sama dengan sekolahpintar.com meliputi kursus bahasa, komputer, fashion, lembaga pelatihan bisnis, motivator, bimbingan belajar hingga lembaga psikologi untuk tes minat dan bakat. 

"Ke depan, kami juga ingin kerjasama dengan yayasan dan lembaga homeschooling bila ingin membuat materi memakai platform kami, kami sediakan 100% free. Kami juga ingin mengundang orang-orang pintar di bidangnya yang ingin berbagi ilmu, silakan memakai platform kami," jelas pria ramah ini. 



Mengenai materi kursus berbayar, Dian menjelaskan materi kursus itu biasanya untuk tingkatan advance, di mana pemakainya adalah para profesional yang ingin meng-upgrade kemampuannya dan sudah memiliki penghasilan. 

"Prinsipnya begini, bila dari penyedia kursus memasukkan materi yang berbayar, maka kursus itu juga kami pasang berbayar. Bila penyedia kursus menyediakan materinya gratis, kami juga sediakan gratis. Materi berbayar satu materi itu Rp200 - 300 ribu, nah kami memotong untuk komisi 30%-nya pada penyedia kursus," jelas dia.

Dian Martin di ruang kursus (foto: Hany/detikcom)


Dengan materi berbayar pula, terjadi subsidi silang dengan materi kursus gratis yang merupakan ilmu dasar. Selain menerapkan subsidi silang, pihaknya juga menutupnya dengan menjual platform sekolahpintar ke instansi dan perusahaan. Maklum, sekolahpintar.com memiliki dan menyimpan server sendiri untuk menyimpan video materi kursusnya, tak ditayangkan dalam situs berbagi video. 

Penampakan materi belajar di sekolahpintar.com (Dok Dian Martin)


"Jadi misalnya, bila perusahaan/instansi itu ingin karyawan atau anggotanya ingin memberikan pendidikan, mereka bisa pakai platform dan sarana kami," jelas dia. 

Video materi kursus sekolahpintar.com ini ada pop up berupa quiz di tengah-tengah video. Cara ini untuk mengatasi rasa bosan dan me-review kembali materi kursus. Hingga kini, ada 15 ribu peserta kursus per hari yang mengakses kursus gratis, 10 persennya mengakses kursus berbayar melalui total 300-an video. 70 Persen peserta kursus berasal dari Jabodetabek, sisanya Surabaya, Medan dan 1-2 orang dari Papua. Peserta kursus juga dapat mendapatkan sertifikat dari lembaga kursus berizin Kemendikbud dengan melalui tahapan ujian.

Penampakan materi belajar dan quiz di sekolahpintar.com (dok Dian Martin)


"Lebih dari itu, niat kami ingin membagi ilmu gratis sebanyak-banyaknya, karena, seperti halnya pepatah "lebih baik memberi kail daripada ikannya". Memang benar, kalau membagi ilmu, itu setidaknya berdampak 2 generasi. Misal, kami membagi ilmu supaya orang itu bisa dapat pekerjaan, nah akhirnya dia bisa mencari nafkah buat diri sendiri dan keluarganya," tuturnya. 

"Lagian, kami sangat percaya, tak pernah menemui orang berbagi itu bangkrut. Perusahaan di AS saja yang berusia 100-200 tahun bisa bangkrut, tapi kami tak pernah mendengar orang bangkrut karena berbagi dan banyak memberi," tutur Dian yang akan menggratiskan materi premium bidang IT pada 2-5 Mei 2016 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini. @Sumber:detik.com by @admin
Share:

Himbauan Presiden Dalam Rangka Hardiknas

Pendidikan bukan hanya menjadikan manusia Indonesia cerdas & pintar, tapi upaya memanusiakan manusia. Selamat Hari Pendidikan Nasional -Jokowidodo...
@twitter-Joko Widodo(Jokowi).
#admin.
Share:

Sunday, May 1, 2016

Selamat Datang

Selamat datang dan selamat bergabung bersama webblog SMA Negeri 2 Tareran.
Webblog ini diharapkan dapat membantu dalam menggali informasi seputar SMA Negeri 2 Tareran.

SMA Negeri 2 Tareran adalah sekolah menengah atas yang terletak di Desa Wuwuk Kecamatan Tareran. Sekolah ini berada di lokasi pegunungan yang sejuk, bebas dari polusi suara utamanya kebisingan kendaraan bermotor yang lalu lalang, dengan demikian suasana belajar di SMA Negeri 2 Tareranpun dapat berlangsung dengan baik setiap harinya.

Jika anda penasaran, segeralah berkunjung ke SMA Negeri 2 Tareran, khususnya calon-calon siswa baru yang ingin mendaftarkan diri di SMA Negeri 2 Tareran, Gratis...!!!

Demikian sekilas tentang SMA Negeri 2 Tareran.
Silahkan tunggu postingan kami selanjutnya.
@Admin
Share:

Pengumuman!!!

Disampaikan kepada seluruh guru dan siswa SMA Negeri 2 Tareran, bahwa pada tanggal 2 Mei 2016 akan diadakan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional. Diharapkan seluruh warga SMA Negeri 2 Tareran untuk bisa hadir jam 06.30 di sekolah untuk mendapatkan instruksi selanjutnya.@Admin
Share:

Tentang

KUIS KIHAJAR 2018

PUSTEKKOM KEMDIKBUD

KEMDIKBUD

Ayo Sekolah

Ayo Sekolah
SMA Negeri 2 Tareran @Admin. Powered by Blogger.

Download